Akademi Kebidanan Ummi Khasanah
Direktori
PMB Online
Web Staff
e-learning
JURNAL
SIAKAD
Kerjasama
GALLERY
Pojok Artikel
ALUMNI
RSKIA
YAYASAN
Arsip Berita

Gallery
    

Links
EPSBED
DIKTI
PUSDIKNAKES
DEPKES RI
DINKES DIY
KOPERTIS V
Journal JMWH
Journal BJM
ProQuest
Cengage
EBSCO

Find Us

Untitled Document
MENGENAL TIPE DAN GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME
Posted under : Arifah Istiqomah, S.ST., M.Kes     16-04-2015 | 09:10:20   623 views.

Premenstrual Syndrome (PMS) atau sindrom pra haid adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi perempuan.

Sebagian besar wanita, yaitu sekitar 80-95% akan mengalami PMS. Paling sering terjadi pada perempuan yang berusia sekitar 20 hingga 40-an tahun. Gejala PMS ini terjadi sebelum wanita mengalami menstruasi, diperkirakan sekitar dua minggu sebelum menstruasi. Beberapa wanita mengalami gejala fisik dan psikis yang cukup mengganggu sehingga mempengaruhi rutinitas keseharian.

Pada umumnya gejala PMS yang terjadi ada dua yaitu gejala fisik dan psikis. Gejala PMS yang paling sering muncul adalah emosi yang tidak stabil, merasa tidak mood seharian, bersikap sinis atau tajam terhadap wanita lain dan cenderung meluapkan emosi dengan marah-marah. Kondisi ini bukanlah sebuah penyakit tetapi merupakan kumpulan gejala fisik dan psikis yang berkaitan dengan perubahan hormon pada saat menjelang menstruasi.

Menurut Abraham, tipe dan gejala sindrom premenstruasi bermacam-macam. Ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, membagi sindrom premenstruasi menurut gejalanya yakni sindrom premenstruasi tipe A, H, C, dan D. Sebanyak 80% gangguan sindrom premenstruasi tipe A, penderita tipe H sekitar 60%, tipe C sebanyak 40%, dan tipe D sekitar 20%. Penjelasan tipe tersebut sebagai berikut:

  • Sindrom Premenstruasi Tipe A

Sindrom premenstruasi tipe A (Anxiety) ditandai dengan gejala seperti cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa perempuan mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa penelitian mengatakan, penderita sindrom premenstruasi tipe A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.

  • Sindrom Premenstruasi Tipe H

Sindrom premenstruasi tipe H (Hyperhydration) memiliki gejala edema (pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum menstruasi. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.

  • Sindrom Premenstruasi Tipe C

Sindrom premenstruasi tipe C (Craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.

  • Sindrom Premenstruasi Tipe D

Sindrom premenstruasi tipe D (Depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya sindrom premenstruasi tipe D berlangsung bersamaan dengan sindrom premenstruasi tipe A, hanya sekitar 3% dari seluruh tipe sindrom premenstruasi benar-benar murni tipe D. Sindrom premenstruasi tipe D disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, dimana hormon progesteron dalam siklus menstruasi terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogen. Kombinasi sindrom premenstruasi tipe D dan tipe A dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal ditubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan sindrom premenstruasi tipe D yang terjadi bersamaan dengan sindrom premenstruasi tipe A.

Termasuk tipe dan gejala PMS yang manakah yang kalian alami???
 

  KONTAK   DIREKTORI   LINK EKSTERNAL  PETA SITUS
Akademi Kebidanan Ummi Khasanah
Akreditasi "B" BAN-PT

Kampus :
Jl. Pemuda Gandekan, Bantul, Yogyakarta 55711
(Sebelah barat Masjid Agung Bantul)
Phone : 0274-368055

E-mail : akbiduk@gmail.com
Website : www.akbiduk.ac.id

Lihat Denah Lokasi
PMB ONLINE (0 Pendaftar)
SIAKAD
E-LEARNING
WEB STAFF
GALLERY
KERJASAMA
ALUMNI
EPSBED
DIKTI
PUSDIKNAKES
DEPKES RI
DINKES DIY
KOPERTIS V
Journal JMWH
Journal BJM
ProQuest
Cengage
EBSCO
Home
Selayang Pandang
Profil
  Visi Misi
  Staff Pengajar
  Fasilitas dan Keunggulan
Info Pendaftaran
  Syarat Pendaftaran
  Rincian Biaya
  Jadwal SIPENMARU
Gallery
Kontak Kami
Akademi Kebidanan Ummi Khasanah ©2009 - 2017. dESIGN oleh NA