Akademi Kebidanan Ummi Khasanah
Direktori
PMB Online
Web Staff
e-learning
JURNAL
SIAKAD
Kerjasama
GALLERY
Pojok Artikel
ALUMNI
RSKIA
YAYASAN
Arsip Berita

Gallery
    

Links
EPSBED
DIKTI
PUSDIKNAKES
DEPKES RI
DINKES DIY
KOPERTIS V
Journal JMWH
Journal BJM
ProQuest
Cengage
EBSCO

Find Us

Untitled Document
WAJIB MEMBERIKAN BAYI ASI EKSKLUSIF!
Posted under : Yuni Uswatun Khasanah, S.ST., M.Kes     28-07-2015 | 02:10:50   697 views.

ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih,sampai bayi berumur enam bulan. Setelah enam bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberi ASI sampai bayi berumur dua tahun. Pemberikan ASI eksklusif merupakan faktor penunjang kecerdasan bayi, tidak mudah karena ibu harus memberikannya selama enam bulan, masa enam bulan inilah yang disebut ASI eksklusif. Pada masa enam bulan bayi memang belum diberi makanan selain ASI untuk itu ibu harus memberikan perhatian yang ekstra pada bayi.

Apa itu ASI (Air Susu Ibu)?

  • ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. Air susu ibu diproduksi karena pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin setelah kelahiran bayi. Air susu ibu pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit.
  • ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Air susu ibu pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit.

Apa saja keunggulan ASI?

  • Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan
  • Mengandung zat kekebalan
  • Melindungi bayi dari alergi
  • Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar
  • Tidak akan pernah basi, mempunyai suhu yang tepat dan dapat diberikan kapan saja dan dimana saja
  • Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernapasan bayi.

Kapan dan bagaimana ASI diberikan?

  • Sebelum menyusui ibu harus yakin mampu menyusui bayinya dan mendapat dukungan dari keluarga
  • Bayi segera diteteki/ disusui sesegera mungkin paling lambat 30 menit setelah melahirkan untuk merangsang agar ASI cepat keluar dan menghentikan pendarahan
  • Teteki/ susui bayi sesering mungkin sampai ASI keluar, setelah itu berikan ASI sesuai kebutuhan bayi, waktu dan lama menyusui tidak perlu dibatasi, dan berikan ASI dari kedua payudara secara bergantian.

Apa manfaat memberikan ASI?

  • Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi
  • Mengurangi pendarahan setelah persalinan
  • Mempercepat pemulihan kesehatan ibu
  • Menunda kehamilan berikutnya
  • Mengurangi risiko terkena kanker payudara
  • Lebih praktis karena ASI lebih mudah diberikan pada setiap saat bayi membutuhkan
  • Bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng
  • Bayi tidak sering sakit
  • Praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula dan perlengkapannya
  • Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula, misalnya merebus air dan pencucian peralatan.

     

 

  KONTAK   DIREKTORI   LINK EKSTERNAL  PETA SITUS
Akademi Kebidanan Ummi Khasanah
Akreditasi "B" BAN-PT

Kampus :
Jl. Pemuda Gandekan, Bantul, Yogyakarta 55711
(Sebelah barat Masjid Agung Bantul)
Phone : 0274-368055

E-mail : akbiduk@gmail.com
Website : www.akbiduk.ac.id

Lihat Denah Lokasi
PMB ONLINE (0 Pendaftar)
SIAKAD
E-LEARNING
WEB STAFF
GALLERY
KERJASAMA
ALUMNI
EPSBED
DIKTI
PUSDIKNAKES
DEPKES RI
DINKES DIY
KOPERTIS V
Journal JMWH
Journal BJM
ProQuest
Cengage
EBSCO
Home
Selayang Pandang
Profil
  Visi Misi
  Staff Pengajar
  Fasilitas dan Keunggulan
Info Pendaftaran
  Syarat Pendaftaran
  Rincian Biaya
  Jadwal SIPENMARU
Gallery
Kontak Kami
Akademi Kebidanan Ummi Khasanah ©2009 - 2017. dESIGN oleh NA