Akademi Kebidanan Ummi Khasanah
Direktori
PMB Online
Web Staff
e-learning
JURNAL
SIAKAD
Kerjasama
GALLERY
Pojok Artikel
ALUMNI
RSKIA
YAYASAN
Arsip Berita

Gallery
    

Links
EPSBED
DIKTI
PUSDIKNAKES
DEPKES RI
DINKES DIY
KOPERTIS V
Journal JMWH
Journal BJM
ProQuest
Cengage
EBSCO

Find Us

Untitled Document
BAHAYA PEWARNA MAKANAN SINTETIS UNTUK KESEHATAN
Posted under : Margiyati, S.ST., M.Kes     06-10-2015 | 01:30:07   1025 views.
Bahan pewarna makanan bukanlah merupakan hal baru. Salah stau tujuan utamanya adalah untuk “menarik” konsumen dengan warna-warna yang menarik, sehingga konsumen tertarik utuk membeli dan akhirnya memakannya. Meski telah lama digunakan, ada perbedaan mendasar antara waktu lampau dengan waktu kini perihal sumber bahan pewarna makanan tersebut. Di Indonesia, sejak dahulu orang banyak mengunakan pewarna tradisional, bahan pewarna makanan sering diambil dari bahan-bahan alam, misalkan ingin warna merah maka akar bit  atau daun jambu, untuk warna hijau dipakai daun suji, untuk warna kuning dipakai kunyit. Nah, setelah perang dunia ke-2, bahan-bahan pewarna buatan atau sintetis mulai marak digunakan. Dalam proses pembuatannya, seringkali pewarna alami digunakan sebagai purwarupa dalam proses sintetis pewarna buatan. Oleh karena itu, pewarna buatan dapat dipastikan akan memiliki warna yang lebih mencolok atau menarik ketimbang pewarna alami. Selain warna yang lebih menarik, keunggulan lain pewarna buatan dibandingkan pewarna alami adalah biaya yang dibutuhkan dalam proses produksinya lebih kecil serta memiliki waktu kadaluwarsa yang jauh lebih panjang daripada pewarna alami. Terlepas dari keunggulannya, pewarna sintetis ternyata menyimpan sejuta bahaya, terutama bagi kesehatan manusia yang mengonsumsinya. 
 
A. Dampak  mengkonsumsi pewarna sintetis/ buatan adalah :
1. Menyebabkan Kanker
Sebuah penelitian menunjukan bahwa pewarna makanan yang biasa digunakan pada produk es krim, permen dan minuman, yaitu Blue 1 beresiko dapat menyebabkan kanker pada tikus. Hal ini sama ditemukan pada pewarna blue 2 yang beresiko menyebabkan kanker otak pada tikus jantan.
2. Menyebabkan Hiperaktivitas 
Selain menimbulkan kanker pewarna juga menyebabkan hiperaktifitas pada anak – anak. Beberapa gejala hiperaktif yang disebabkan oleh  pewarna makanan, seperti Red 40, yaitu tantrum, gelisah, agresif, ketidakmampuan untuknfokus dan gugup. Studi terbaru menunjukkan bahwa pewarna dan pengawet sintetis tertentu menjadi penyebab memburuknya gejala ADD dan ADHD pada anak.
3. Gangguan pada Ginjal 
Pewarna tertentu yang diketahui dengan nama Yellow 6 terkait dengan munculnya tumor ginjal dan tumor pada kelenjar adrenal. Yellow 6 juga diketahui mengandung sedikit senyawa karsinogen.
4. Kemandulan pada Pria
Pewarna Blue 1 dan 2 diketahui juga dapat menyebabkan kemandulan pada pria.
5. Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh 
Sebuah studi yang dilakukan di University of California menunjukkan bahwa beberapa pewarna makanan dapat menyebabkan melemahnya system imun tubuh. Dari studi yang dilakukan itu, dosis pewarna makanan yang dikonsumsi akan menentukan tingkat pelemahan system kekebalan tubuh.
6. Komplikasi
Gejala lainnya yang mungkin dapat muncul secara bersamaan (komplikasi) yang disebabkan oleh pewarna makanan sintetis yang berbahaya adalah reaksi alergi, serangan asma, migraine, pandangan kabur, kecemasan dan munculnya masalah pada perilaku.
Dengan diketahui sejumlah bahaya dari pewarna makanan sintetis di atas, maka wajar jika mulai dari sekarang Kita lebih membiasakan diri untuk menggunakan bahan pewarna alami, serta berusaha menghindari bahan-bahan makanan yang berwarna cerah dan mencolok.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
B. Tips menghindari Pewarna Makanan Tidak Aman
1. Carilah makanan atau minuman yang warnanya tidak terlalu mencolok, karena makanan yang terlihat mencolok atau ‘ngejreng’, kebanyakan dari pewarna makanan sintetis yang biasa digunakan untuk pewarna tekstil
2. Test terlebih dahulu jika memilih makanan atau minuman yang berwarna
Cara uji makanan dengan pewarna sintetis adalah dengan menempelkan makanan ke tangan atau kain, jika warnanya menempel dan sulit untuk dihilangkan berate makanan tersebut mengunakan pewarna yang tidak aman dan tidak layak untuk dikonsumsi. Makanan alami warnanya tidak ngejreng cenderung soft dan lebih halus. 
3. Kenalkan sejak dini pada anak
Tidak cukup dengan mengetahui pewarna yang aman atau tidak aman, kenalkan juga sedini mungkin pada anak – anak, yang aman dan  tidak aman.
4. Biasakan anak sarapan dirumah
Kebiasaan sarapan dirumah sebelum berangkat sekolah dan berikan bekal untuk makan siang anak. Karena dengan anak sarapan pagi dirumah, maka meminimalkan anak untk jajan diluar yang yang belum terjamin keamanan dan kebersihannya.
5. Baca jenis dan jumlah pewarna yang dipergunakan
Setiap kali membeli makanan dalam kemasan, teliti dan baca jenis dan bahan pewarna yang dipergunakan dalam produk tersebut. Hal ini untuk mengetahui jumlah kandungan bahan pewarna yang dippakai di makanan tersebut. 
6. Perhatikan label pada setiap kemasan produk
Pastikan dilabel makanan tercantum izin BPOM yang tertulis POM beserta no izin pendaftaran. Bila makanan hasil industry rumah tangga, maka harus ada nomor pendaftarannya yang tertulis P-IRT ( Pangan Industri Rumah Tangga) dan nomor izin pendaftarannya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
C. Perbedaan pewarna sintetis dan pewarna alami
 
Perbedaan  Pewarna Alami Pewarna Sintetis
 Warna dihasilkan 1. Warna lebih pudar  1. Warna lebih cerah
 Variasi warna    2. Lebih Homogen
 ketersediaan   3. Sedikit  3. Banyak 
 Harga   4. Mahal  4. Lebih murah 
 Kestabilan   5. Tidak stabil  5. Stabil 
 
D. Alasan Memberi Warna pada makanan
1. Memberi kesan utama menarik bagi konsumen
2. Menyeragamkan warna makanan dan membuat identitas produk pangan
3. Untuk menstabilkan warna atau untuk memperbaiki variasi alami warna
4. Untuk menutupi perubahan warna akibat paparan cahaya, udara atau temperature yang ektrim akibat proses pengolahan dan selama penyimpanan
5. Untuk menjaga rasa dan vitamin yang mungkin akan terpengaruh sinar matahari selama produk disimpan.
 
Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menter Kesehatan ( Permenkes No.239/Menkes/Per/V/85 menetapkan 30 zat pewarna berbahaya. Rhodamine B termasuk salah satu zat pewarna yang dinyatakan sebagai zat pewarna berbahaya dan dilarang digunakan pada produk pangan ( Syah et al. 2005). Namun demikina, penyalahgunaan Rhodamine B sebagai pewarna pada makanan masih sering terjadi dilapangan. Rhodamine B sering ditemukan pada makanan dan minuman seperti kerupuk, sambal botol dan sirup,  ini berdasarkan hasil pemeriksaan BPOM dari beberapa sampel makanan dan minuman ringan di Makasar. ( Anonimus, 2006)
Rhodamine B termasuk zat yang apabila diamati dari segi fisiknyacukup mudah untuk dikenali. Bentuknya seperti kristal, biasanya berwarna hijau atau ungu kemerahan. 

E. Ciri - ciri pangan mengandung Rhodamin B yaitu :
1. Berwarna merah menyala, bila produk bila produk pangan dalam bentuk larutan/ minuman warna merah berpedar atau berflueresensi.
2. Dalam pengolahan tahan terhadap pemanasan ( direbus/digoreng tidak pudar)
3. Banyak memberikan titik – titik warna karena tidak homogen ( missal kerupuk, es puter)
Bahaya akut Rhodamin B bila sampai tertelan maka dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan dan air seni akan berwarna merah atau merah muda. Apabila terpapar Rhodamin B dalam waktu lama maka dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati dan kanker hati.
 
F. Saran
Alternative lain untuk mengantikan penggunaan zat pewarna sintetis adalah dengan mengunakan pewrna alami seperti daun suji, kunyitdan ektrak buah – buahan yang pada umumnya lebih aman. Disamping itu masih ada pewarna alami yang diijinkan digunakan dalam makanan anatara lain caramel, beta-karoten, klorofil dan kurmin. 
 
*images by google
  KONTAK   DIREKTORI   LINK EKSTERNAL  PETA SITUS
Akademi Kebidanan Ummi Khasanah
Akreditasi "B" BAN-PT

Kampus :
Jl. Pemuda Gandekan, Bantul, Yogyakarta 55711
(Sebelah barat Masjid Agung Bantul)
Phone : 0274-368055

E-mail : akbiduk@gmail.com
Website : www.akbiduk.ac.id

Lihat Denah Lokasi
PMB ONLINE (0 Pendaftar)
SIAKAD
E-LEARNING
WEB STAFF
GALLERY
KERJASAMA
ALUMNI
EPSBED
DIKTI
PUSDIKNAKES
DEPKES RI
DINKES DIY
KOPERTIS V
Journal JMWH
Journal BJM
ProQuest
Cengage
EBSCO
Home
Selayang Pandang
Profil
  Visi Misi
  Staff Pengajar
  Fasilitas dan Keunggulan
Info Pendaftaran
  Syarat Pendaftaran
  Rincian Biaya
  Jadwal SIPENMARU
Gallery
Kontak Kami
Akademi Kebidanan Ummi Khasanah ©2009 - 2017. dESIGN oleh NA